A Journey to Jekarda

Tik..tok..tik…tok waktu menunjukkan pukul 08.10 WIB, dimana gue sudah duduk manis di lobby bandara untuk bersiap flight jam 10.00 ke Jakarta. Datang ke Bandara ke pagian karena memang ngikutin jadwal dari travelnya yang harus berangkat pagi buta jam 03.00 tepatnya. Apa boleh buat, gue cuma bisa tersenyum kecut saat di bandara. Karena memang tidak mengenal dan tidak ada teman saat itu. Oh iya, sebenarnya ada teman satu pesawat yang saat itu juga berangkat ke Jakarta namanya Devi dari Surabaya namun gue masih belum kenal dan tidak tahu yang mana orangnya. So,walaupun kita satu pesawat kita tidak saling mengenal dan baru bisa tahu setelah sampai di Jakarta.

Sebelum lanjut lagi gue mau menjelaskan sebenarnya untuk tujuan apa gue harus ke Jakarta. Bulan lalu gue dinyatakan lolos masuk kerja ke salah satu bank swasta di Indonesia, dan untuk training new comernya kita diharuskan datang ke kantor pusatnya langsung yaitu di Plaza semanggi. Gue sih happy – happy aja waktu disuruh datang, soalnya tiket pesawat dan sebagainya ditanggung perusahaan hehehe 😀 *Gratisan bro!!*.  Kerja sebagai banker sebenarnya memang mimpi gue sudah lama banget, setiap masuk ke sebuah bank selalu milih datang ke cs (Customer Service) yang cakep biar enak aja memandangnya, sering juga pindah-pindah bank untuk sekedar bikin rekening sekaligus mensurvei secantik mana karyawan banknya (jangan ditiru yah~~). Karena menurut survei semakin cantik karyawan sebuah bank, maka semakin banyak juga orang yang akan buka rekening di bank tersebut, entah ini teori biadap dari mana. kerja di bank adalah sebuah dream become true bagi gue dan juga dapat meningkatkan level kekerenan secara drastis.

Contohnya: (Dalam sebuah percakapan)

Bapak – Bapak Kumis Tebal : “Sudah Kerja dimana nak?”

Gue: “Oh..saya kerja di Bank Pak!” (ketampanan serasa naik 200%)

Di Jakarta gue banyak bertemu dengan teman – teman baru, mulai dari yang keren, cantik, lucu sampai yang absurd pun ada. Karena dalam batch kita banyak yang masih berusia muda, tak ayal menjadikan batch new comer kali ini menjadi yang paling rame dan paling kompak diantara batch – batch sebelum kita. Sebenarnya gue betah kalaupun disuruh tinggal dan menetap di Jakarta, hanya satu yang bikin gue enggak betah lama – lama disana yaitu kalo beli makan mahal bro! hanya untuk menu warteg + jengkol kita harus bayar sekitar 15-20 ribu rupiah, lumayan tuh di Tulungagung bisa untuk makan seharian tuh segitu.

Banyak hal – hal yang gue kangenin setelah gue pulang dan balik lagi ke rumah gue, kangen dengan kebersamaan teman – teman dimana setiap malam kita jalan rame – rame untuk membeli makanan ke warteg; kangen main uno sampai malam dan yang kalah dicoret pake bedak; kangen dengan jengkol; dengan dengan HRD perusahaan yang cantik hahaha yang terakhir itu agak ngawur. 😀

ini ada beberapa foto – foto kita waktu jalan – jalan bareng:

gue yang ganteng di kiri

gue yang ganteng di kiri

10155016_10202805061148365_2701455345397600555_n

1779329_10202805054508199_9127689279381869749_n

Overall I miss you all guys! I hope we can meet again in the next development program. amin…

 

The following two tabs change content below.
Seorang yang suka bermimpi dan mewujudkan mimpinya. Dia juga mendapatkan sebuah gelar duta move on yang sebenarnya gagal move on. seorang penulis yang bego. (@nikoerror)

Latest posts by Niko Andriano (see all)

Comment Here: